Widget HTML Atas

Suka Di Chat Mesum? 4 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Jika Jadi Korban Seksual Online



Era digital memang bak dua mata pisau. Bisa menjadi baik dan buruk, bergantung dari niat dari sang pengguna.

Lantaran kecanggihan era digital, tindak kejahatan atau kriminalitas pun banyak dilakukan secara cyber. Salah satunya, sextortion.

Sextortion adalah tindakan kejahatan eksploitasi seksual online, dimana seseorang diperas, dipaksa hingga diancam membagikan konten seksual eksplisit di depan kamera. 

Modus ini kini terus berkembang lantaran kemudahan seseorang mengakses profil seseorang melalui media sosial. Biasanya, pelaku mendadak melakukan video call tanpa izin dan mengarahkan kamera ke area vital.

Korban yang tidak sadar atau terpencet fitur mengangkat panggilan video call akan langsung berhadapan dengan gambar area vital pelaku.

Selanjutnya, pelaku akan mengambil keuntungan dengan melakukan screenshot atau merekam panggilan video call tersebut. 

Kemudian, pelaku mengancam akan menyebarkan screenshot atau rekaman video korban jika keinginan sang pelaku tidak dituruti.

Pelaku biasanya mengancam membagikan materi tersebut kepada keluarga, teman, atau kolega korban. 

Jika kamu tak sengaja terjebak dalam posisi seperti itu, tidak perlu panik. Upayakan diri tetap tenang dan jangan takut.

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan jika terjebak sebagai korban sextortion:

1. Blocked nomor atau ganti nomor sementara

Jika kamu tak sengaja berada di posisi korban. Hal pertama yang harus kamu lakukan ialah memblokir nomor tersebut. Dengan begitu, dia tidak lagi memiliki akses untuk menghubungi kamu.

Namun, apabila tidak mempan dan dia tetap berupaya menghubungi kamu dengan nomor berbeda. Maka, disarankan untuk mengganti nomor baru sementara waktu.

2. Jangan menuruti kemauan pelaku

Kamu tidak perlu bingung atau takut malu. Posisikan diri kamu sebagai orang yang tidak bersalah, sehingga dia menyadari kalau kamu bukan orang yang lemah.

Jangan pernah menunjukkan wajah panik saat berhadapan dengan pelaku kriminalitas. Kamu juga harus berani menolak semua permintaan tidak logis yang diminta pelaku.

Biasanya, dalam kasus sextortion, pelaku akan menuntut kamu mengirimkan konten tidak senonoh atau uang dengan dalih tak akan menyebarkan materi kejahatan sebelumnya.

Jika itu terjadi, pastikan kamu tidak menuruti satupun permintaan pelaku. Sebab, tak ada yang bisa menjamin pelaku tidak menyebar rekaman video call yang tak sengaja kalian lakukan di kemudian hari.

Kamu hanya akan terus diperas, apabila terus mengikuti permintaan sang pelaku.

3. Kumpulkan Bukti Pemerasan

Saat kejadian, upayakan untuk merekam semua obrolan atau chat yang melibatkan dirimu dan pelaku. Kumpulkan semua bukti, terutama deretan bukti yang menunjukkan adanya indikasi kejahatan.

Bukti ini akan sangat berguna, jika pelaku nekat melakukan hal konyol yang merugikan kamu. Kamu bisa melaporkan kejahatan cyber ini ke pihak berwajib. 

Penting juga untuk memberitahu orang di sekitarmu mengenai kejadian sebenarnya.
 
4. Cari Bantuan 

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan jika menjadi korban sextortion ialah mencari bantuan. Segera laporkan kejadian tersebut kepada penegak hukum dan cari dukungan dari keluarga, teman, atau organisasi yang dapat membantu.

Perlihatkan bukti-bukti yang kamu kumpulkan untuk mengurus permasalahan tersebut ke ranah hukum. Sextortion ialah kejahatan cyber serius yang bisa merugikan banyak orang. (amoruh)