Widget HTML Atas

Pendidikan Anak di Era Digital, Moms Harus Tahu Dampaknya!

Digitalisasi saat ini sudah menjangkau banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah pendidikan. Digitalisasi pendidikan difokuskan untuk mengembangkan unsur-unsur pendidikan sehingga proses pendidikan bisa lebih maju dan efisien, dengan harapan hal tersebut bisa ikut meningkatkan kualitas hasil belajar anak.

 

Photo by Yan Krukau:

https://www.pexels.com/photo/photo-of-woman-using-silver-laptop-while-lying-on-grass-field-4458394/          

 

Namun demikian, perlu disadari bahwa penerapan digitalisasi pendidikan tidak selalu berjalan baik. Meskipun memiliki banyak dampak positif untuk kemajuan pendidikan, digitalisasi pendidikan juga menghadirkan dampak negatif yang harus diantisipasi agar tidak memberikan pengaruh buruk bagi anak.

 

Lalu apa itu sebenarnya digitalisasi pendidikan? Apa dampak negatif dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan berikut ini

Mengenal Digitalisasi Pendidikan

Digitalisasi pendidikan adalah sebuah proses penerapan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penerapan ini mencakup banyak aspek dalam pendidikan, mulai dari aktivitas pembelajaran, administrasi, hingga interaksi antar pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Bisa dikatakan bahwa digitalisasi berusaha untuk mewujudkan transformasi menyeluruh dalam dunia pendidikan.

 

Contoh paling umum yang dapat kita temui dalam konsep digitalisasi pendidikan ini adalah aktivitas pembelajaran jarak jauh atau melangsungkan kelas secara online, dimana pendidik dan peserta didik melakukan aktivitas belajar mengajar melalui platform atau aplikasi tertentu tanpa melangsungkan tatap muka.

 

Penerapan digitalisasi pendidikan tersebut didorong oleh beberapa faktor, diantaranya:

  1. Ketersediaan ruang yang semakin terbatas
  2. Urgensi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan
  3. Meningkatnya daya saing di dunia kerja, baik secara domestik maupun internasional

 

Atas dasar tersebut, digitalisasi pendidikan diterapkan agar mampu menunjang proses pendidikan yang ada, tentunya dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar para peserta didik.

Dampak Positif Digitalisasi Pendidikan

Penerapan digitalisasi pendidikan membawa sejumlah dampak positif, diantaranya:

 

  1. Efisiensi Proses Belajar

Penerapan digitalisasi dalam proses belajar dapat membuat proses belajar menjadi lebih efisien. Banyak platform atau aplikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi belajar, salah satunya adalah aplikasi conference call untuk menunjang aktivitas belajar secara online. Hal ini membuat proses pendidikan tidak mengenal jarak antara penndidik dan peserta didik, sehingga proses belajar pun bisa menjadi lebih fleksibel dan efisien.

 

  1. Memperkaya Sumber Informasi dan Referensi

Dampak positif berikutnya adalah memperkaya sumber informasi dan referensi. Dengan bantuan internet, teknologi yang diterapkan dalam proses belajar mengajar mampu menawarkan akses informasi dan referensi tanpa batas bagi penggunanya. Kehadiran teknologi dan internet dalam proses pendidikan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan belajar pserta didik dengan banyaknya referensi yang disediakan.

 

  1. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Terakhir adalah meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembelajaran yang berbasis digitalisasi yang kaya akan informasi dapat memunculkan berbagai metode pembelajaran baru yang tentunya akan memudahkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat meningkat karena adanya pengalaman belajar baru yang ditawarkan dengan penggunaan teknologi modern.

Dampak Negatif Digitalisasi Pendidikan dan Cara Menghadapinya

Selain membawa dampak positif, digitalisasi pendidikan juga membawa dampak negatif yang tidak bisa dianggap remeh. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang dibawa oleh digitalisasi pendidikan:

 


Photo by Ketut Subiyanto:

https://www.pexels.com/photo/positive-mother-and-little-children-watching-cartoon-on-netbook-at-home-4474038/  

 

  1. Mengurangi Fokus Anak Dalam Belajar

Derasnya arus informasi yang datang dalam proses pembelajaran menggunakan teknologi dan internet, seringkali membuat anak sulit fokus dalam aktivitas belajar mengajar. Anak mudah terdistraksi dengan informasi-informasi di luar pelajaran yang juga tersedia di internet, seperti game online, musik, film, dan sebagainya. Hal ini merusak fokus anak dalam belajar sehingga membuat anak menjadi tidak produktif.

 

  1. Menciptakan Pendidikan Nirkarakter

Dampak negatif berikutnya adalah menciptakan pendidikan nirkarakter. Penggunaan teknologi yang menawarkan proses pembelajaran jarak jauh membuat siswa kurang mendapatkan pendidikan karakter jika dibandingkan dengan proses pendidikan dengan sistem tatap muka.

 

Pada proses pendidikan tatap muka, anak akan mendapatkan pendidikan karakter secara langsung dari pendidik yang menjadi panutan bagi mereka. Minimnya kehadiran sosok pendidik secara langsung pada pendidikan jarak jauh menyebabkan kurangnya pendidikan karakter bagi anak.

 

  1. Masifnya Pengaruh Pergaulan Bebas dari Luar

Terakhir adalah masifnya pengaruh pergaulan bebas dari luar. Akses informasi tanpa batas juga membawa dampak negatifnya sendiri, dimana informasi yang diterima oleh anak akan sangat sulit untuk diawasi dan dibatasi.  Informasi yang tersebar di internet tidak terbatas pada jarak, waktu, dan jenis konten, sehingga tidak jarang, konten yang tersedia menampilkan hal yang negatif.

 

Kriminalitas dan pornografi adalah contoh konten negatif yang bisa muncul kapan saja di internet dan jika anak-anak terpapar konten tersebut, maka bukan tidak mungkin akan menyulut mereka untuk cenderung melakukan apa yang mereka tonton. Hal ini yang menyebabkan efek pergaulan bebas karena meniru apa yang mereka lihat di internet atau media sosial dan tentunya hal ini tentunya berbahaya bagi kelangsungan moral anak-anak.

 

Untuk menghadapi dampak negatif tersebut, berikut adalah tips yang sudah kami siapkan untuk Bunda::

 

  1. Meningkatkan Literasi Digital

Dalam menghadapi dampak negatif dari digitalisasi, maka hal pertama yang wajib Bunda lakukan adalah meningkatkan literasi digital. Bunda wajib meningkatkan keterampilan digital agar dapat menjaga anak-anak dari bahaya dampak negatif penggunaan teknologi dan membuat anak menjadi mahir untuk memanfaatkan teknologi dan internet dengan tujuan meningkatkan pendidikan.

 

  1. Mengajarkan Penggunaan Media Digital Secara Tepat

Berikutnya adalah mengajarkan anak menggunakan teknologi secara tepat. Bunda harus mengajarkan anak untuk segera menghentikan aktivitas browsing dan melapor jika melihat konten negatif di internet. Lebih lanjut, Bunda juga bisa mengajarkan anak mengakses platform yang mengandung informasi positif. Hal ini sebaiknya dilakukan secara bersama-sama dengan anak agar anak lebih mudah untuk memahaminya.

 

  1. Mengawasi Kegiatan Anak di Dunia Digital

Terakhir adalah mengawasi secara ketat kegiatan anak di dunia digital. Bunda dapat memulai langkah ini dengan rutin menelusuri riwayat website yang dijelajahi anak. Bunda harus memastikan situs yang dikunjungi anak-anak tidak mengandung konten negatif dan hanya mengandung nilai-nilai edukasi yang positif. Jika menemukan anak mengunjungi situs negatif, Bunda harus bersikap bijak dan tegas agar anak tidak mengulangi perbuatannya.

 

Demikian pembahasan kami tentang digitalisasi pendidikan dan tips bagi Bunda untuk menghadapi dampak negatif yang dibawa oleh penerapan digitalisasi pendidikan itu sendiri. Terus ikuti perkembangan informasi dari kami agar Bunda tidak ketinggalan update informasi menarik seputar pendidikan dan parenting.

Tidak ada komentar untuk "Pendidikan Anak di Era Digital, Moms Harus Tahu Dampaknya!"